Jakarta - Setelah melemah selama 4 hari, Indeks Harga Saham Gabungan dan nilai tukar rupiah pada perdangan akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat dibandingkan pekan sebelumnya. IHSG ditutup pada level 3397,6 atau menguat sebesar sebesar 0,38% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya, sedangkan kurs tengah rupiah pada akhir perdagangan pekan lalu ditutup pada level 8958 per US$ atau menguat 27 Pips dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya pada level 8985 per dolar AS.
"Penguatan bursa saham dan rupiah yang terjadi pada perdagangan jumat pekan lalu diakibatkan oleh kembali masuknya investor ke pasar saham sebagai dampak dari meningkatnya risk appetite investor terutama investor asing setelah dirilisnya berita-berita positif mengenai proses pemulihan ekonomi di Amerika dan Eropa," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (27/9/2010).
Kabar dari AS menyebutkan, permintaan terhadap produk sektor manufaktur Amerika meningkat sangat signifikan sehingga mendorong sektor manufaktur di amerika meningkatkan produksinya untuk beberapa waktu kedepan.
"Kondisi tersebut berhasil menghapuskan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kembali menurunnya pertumbuhan ekonomi Amerika pada kuarter ketiga 2010," imbuh Fikri.
Sedangkan dari Eropa dikabarkan Indeks kepercayan bisnis Jerman sebagai eksportir terbesar ketiga dunia berada pada level tertingginya dalam 3 tahun terakhir. Kondisi yang terjadi di Amerika dan Jerman tersebut menggambarkan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika dan Jerman meningkatkan pembelanjaanya baik itu untuk persediaan maupun investasi sehingga diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia mengingat kedua negara tersebut merupakan ekonomi terbesar dunia.
"Di mata investor kondisi yang terjadi di Amerika dan Jerman menggambarkan bahwa ekonomi dunia kembali menggeliat setelah sebelumnya dihantui oleh kekhawatiran terjadinya 'dip recession' atau resesi tahap kedua yang muncul setelah investor bulan lalu melihat fakta menurunnya realisasi pertumbuhan GDP Amerika pada quarter ke dua 2010," paparnya.
Ekonomi yang terus memperlihatkan perbaikan, lanjut Fikri, mendorong investor untuk kembali berinvestasi pada instrumen-instrumen yang lebih berisiko seperti pasar saham. Risk Appetide investor mulai meningkat sehingga investor mulai memindahkan investasinya dari yang semula pada instrumen 'safe haven' ke pasar saham yang memberikan return tinggi dengan eksposur risiko yang juga lebih tinggi.
"Apa yang terjadi di bursa saham Indonesia pada perdangan Jumat pekan lalu menggambarkan bahwa investor asing kembali berbondong-bondong masuk ke bursa saham indonesia, dimana pada perdagangan jumat pekan lalu investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar hampir Rp. 500 milliar di pasar Saham Indonesia. Derasnya modal yang masuk ke bursa saham pada akhirnya mendorong penguatan yang signifikan terhadap IHSG dan rupiah pada akhir pekan lalu," jelasnya.
Untuk minggu depan, Fikri memperkirakan arah pergerakan bursa saham Indonesia dan rupiah masih menunjukkan penguatan mengingat investor asing masih melihat indonesia sebagai salah satu emerging market terbaik di dunia. Walaupun demikian, lanjut dia, prediksi the fed yang dirilis pekan lalu bahwa fase pemulihan ekonomi dunia memasuki fase moderate untuk beberapa bulan kedepan akan menjadi catatan penting bagi investor dalam bertindak.
"Penguatan IHSG dan rupiah yang terus menerus sebenarnya cukup mengkhawatirkan terjadinya koreksi yang dalam, untuk itu investor disarankan untuk bersikap prudent dalam memilih instrumen investasi," jelasnya.
Sumber:detikfinance.com
Investor Asing Kembali Borong Saham
Minggu, 26 September 2010
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
19.31
0
komentar
IHSG Siap Jajal Level 3.400
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekornya di akhir pekan lalu, meski sempat tertatih-tatih dan mengalami koreksi di awal perdagangan. Serbuan investor asing di pasar saham membuat IHSG kembali mengukir rekor tertingginya.
Mengawali perdagangan awal pekan, IHSG terus mengalami koreksi hingga 4 hari perdagangan berturut-turut ditengah lesunya bursa regional. Namun pada akhir pekan, IHSG akhirnya membuat kejutan dengan kenaikan nyaris mendekati level 3.400.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
* Senin, (20/9/2010), IHSG melemah 13,671 poin (0,40%) ke level 3.370,982.
* Selasa (21/9/2010), IHSG turun 5,945 poin (0,18%) ke level 3.365,037.
* Rabu (22/9/2010), IHSG melemah 21,694 poin (0,64%) ke level 3.343,343.
* Kamis (23/9/2010), IHSG turun tipis 6,146 poin (0,18%) ke level 3.337,197.
* Jumat, (24/9/2010), IHSG menguat 60,429 poin (1,81%) ke level 3.397,626.
Setelah penguatan tersebut, sejumlah analis memperkirakan IHSG akan mencoba mencicipi level psikologis baru di 3.400. Kuatnya sentimen penguatan bursa-bursa utama dunia membuat investor semangat lagi memburu saham-saham.
"Untuk Senin, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.350 hingga 3.420. Potensi penguatan masih ada namun waspadai aksi profit taking pelaku pasar yang memanfaatkan momentum tingginya harga sejumlah saham untuk merealisasikan keuntungan," ujar analis dari Finan Corpindo Nusa.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu menguat tajam setelah 3 hari berturut-turut melemah. Indeks Dow Jones pada Jumat (24/9/2010) ditutup menguat 197,84 poin (1,86%) ke level 10.860,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 23,82 poin (2,12%) ke level 1.148,65 dan Nasdaq menguat 54,14 poin (2,33%) ke level 2.381,22.
Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin ini dengan menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 85,7 poin (0,9%) ke level 9.557,37.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada hari jumat IHSG semakin perkasa menguat 60 point dan ditutup di level 3397, asing melakukan net buy sebesar 475 milliar dengan saham yang menjadi driver utama ASII, bangking dan BUMI, pada hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan dengan resistance 1 di kisaran 3405, indeks akan berada dalam kisaran 3360 - 3420 dengan saham2 yang dapat diperhatikan BBNI, BUMI, BRAU dan BBRI.
Kresna Securities:
Reboundnya sector perbankan membuat IHSG kembali menguat. Meskipun IHSG masih berpotensi untuk menguat, namun sentiment regional yang masih cenderung sideways dapat memicu aksi profit taking. Untuk hari ini IHSG diperkirakan menguji level baru di kisaran 3360-3450 dengan BMRI dan PGAS sebagai saham pilihan.
Erdikha Sekuritas:
IHSG berhasil ditutup menguat 60.43 point menjadi 3397.63 (1.81%). Kenaikan saham-saham sektor pertambangan dan perbankan menjadi penopang penguatan indeks. Pergerakan IHSG kembali menguji level 2400 dan secara teknikal masih rawan profit taking sehingga investor perlu waspada. Pergerakan indeks untuk hari ini berkisar antara 3320-3420. Saham-saham perbankan masih menarik untuk diamati.
Finan Corpindo Nusa:
Setelah 4 hari terkoreksi, IHSG menguat mencapai rekor tertinggi baru didorong oleh aksi beli saham-saham sektor komoditas serta sektor perbankan yang mengalami rebound. Asing juga kembali membukukan net buying hari ini senilai Rp 555 miliar. Untuk Senin, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.350 hingga 3.420. Potensi penguatan masih ada namun waspadai aksi profit taking pelaku pasar yang memanfaatkan momentum tingginya harga sejumlah saham untuk merealisasikan keuntungan.
Sumber:detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
19.29
0
komentar
Bakrie Bangga Esia Bisa Sinergi dengan Telkom
Jumat, 24 September 2010

Jakarta - Rencana sinergi antara dua operator Code Division Multiple Access (CDMA) terbesar di Indonesia (TelkomFlexi dan Esia) membuat Bakrie Telecom bangga. Sebab, Telkom adalah BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Anindia Ardiyansah Bakrie, di sela-sela Munas Kadin yang bertempat di JCC, Senayan Jakarta,Jumat (24/9/2010).
"Negosiasi masih belum selesai. Namun ini akan jadi kebanggaan. sinergi dengan BUMN telekomunikasi terbesar," ungkapnya.
Sayang, anak dari politisi senior Golkar ini enggan menjelaskan lebih lanjut skema kerja sama antara PT Telkom dan Bakrie Telecom. Ia pun tidak berani berkomentar atas penyataan dari Menteri BUMN, Mustafa Abubakar bahwa Telkom tidak menjadi pemilik mayoritas atas sinergi ini.
"Saya hanya dengar di media. Satu tahun kita lihat kemungkinan," tambahnya.
Sebelumnya Mustafa memang berujar, TLKM sebagai pemilik TelkomFlexi, tidak akan menjadi pemilik saham mayoritas atas perusahaan baru hasil bisnis kombinasi ini. Mustafa pun tidak secara jelas merinci kenapa Telkom tidak ingin menjadi pemilik mayoritas dari hasil sinergi ini.
"Mereka memadu aset dan tidak ingin mayoritas karena KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)," paparnya waktu itu.
Seperti diketahui, Flexi dan Esia merupakan operator layanan telekomunikasi di jaringan CDMA. Per akhir tahun 2009, pelanggan TelkomFlexi mencapai 15,1 juta account, sementara BTEL memiliki 10,6 juta account.
Jika keduanya bergabung, akan menciptakan operator dengan pelanggan terbesar keempat di Indonesia, di belakang PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang memiliki 31,4 juta pelanggan hingga akhir tahun 2009.
Tidak hanya layanan suara, potensi peningkatan fasilitas data juga diprediksi bakal melonjak saat sinergi telah mencapai titik temu. Pasalnya selama ini baik TelkomFlexi ataupun Esia, pertumbuhan layanan data masih sangat rendah.
Sumber:detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
20.58
0
komentar
Asing Borong Saham Rp 555 Miliar, IHSG Cetak Rekor Baru 3.397

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi baru di level 3.397 seiring dengan masuknya dana asing sebesar Rp 555 miliar. Penguatan saham sektor pertambangan, perbankan dan konsumsi menjadi pemicu utamanya.
IHSG dibuka naik tipis ke level 3.338,711 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.400,563, melesat 63 poin dari penutupan kemarin di level 3.337,197.
Tren penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan. Aksi beli massif pada saham-saham unggulan di segala sektor berhasil mendongkrak level IHSG cukup tinggi, sempat menyentuh level 3.400.
Masuknya dana asing lebih dari Rp 500 miliar memicu aksi beli massal pada saham-saham unggulan di segala sektor. Penguatan tajam saham-saham sektor pertambangan, perbankan dan konsumsi memimpin laju kenaikan IHSG hari ini. Seluruh indeks saham sektoral menguat dengan rata-rata di atas 1% hingga 2%.
IHSG berhasil melampaui rekor penutupan tertinggi di level 3.384,653 pada perdagangan 17 September 2010 dan mencetak rekor baru setelah sempat terkoreksi selama 4 hari perdagangan berturut-turut sepanjang pekan ini.
Transaksi investor asing juga mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 555,157 miliar.
Pada penutupan perdagangan Jumat, (24/9/2010), IHSG ditutup menguat 60,429 poin (1,81%) ke level 3.397,626. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 12,452 poin (1,98%) ke level 639,140.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar kali pada volume miliar lembar saham senilai Rp triliun. Sebanyak saham naik, saham turun dan saham stagnan.
Bursa-bursa Asia sebagian besar menguat dalam rentang tipis:
* Indeks Hang Seng naik 71,72 poin (0,33%) ke level 22.119,43.
* Indeks Nikkei 225 turun 94,65 poin (0,99%) ke level 9.471,67.
* Indeks Strait Times naik tipis 4,63 poin (0,15%) ke level 3.087,76.
* Indeks KOSPI naik 13,97 poin (0,76%) ke level 1.846,60.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik 5,59% ke Rp 47.200, Astra International (ASII) naik 2,09% ke Rp 56.000, HM Sampoerna (HMSP) naik 3,20% ke Rp 20.900, Bukit Asam (PTBA) naik 2,57% ke Rp 19.900.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Merck (MERK) turun 1,18% ke Rp 83.500, XL Axiata (EXCL) turun 3,77% ke Rp 5.100, Kalbe Farma (KLBF) turun 2,83% ke Rp 2.575, Sari Roti (ROTI) turun 2,94% ke Rp 2.475.
Sumber:detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
20.31
0
komentar
IHSG Colek Rekor Baru Lagi

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berbalik arah menguat tajam setelah mengalami koreksi selama 4 hari berturut-turut sepanjang pekan ini. Penguatan massal saham unggulan memberikan peluang IHSG menutup perdagangan di rekor tertinggi.
IHSG dibuka naik tipis ke level 3.338,771 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.392,879, melesat 55 poin dari penutupan kemarin di level 3.337,197.
Sejak awal perdagangan, aksi beli massif langsung mengangkat harga-harga saham unggulan di segala sektor. Tren penguatan terus berlanjut hingga akhir perdagangan sesi I akhir pekan ini.
Meskipun bursa-bursa regional Asia didominasi koreksi, IHSG seperti tutup mata dan menguat tertinggi di Asia. Penguatan IHSG pagi ini telah melampaui rekor penutupan tertinggi di level 3.384,653 pada perdagangan 17 September 2010. IHSG berpeluang mengakhiri perdagangan akhir pekan ini di rekor tertinggi baru.
Transaksi investor asing juga mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 286,798 miliar.
Pada penutupan perdagangan Jumat, (24/9/2010), IHSG ditutup menguat 51,580 poin (1,54%) ke level 3.388,777. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 10,556 poin (1,68%) ke level 637,244.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 71.996 kali pada volume 2,526 miliar lembar saham senilai Rp 2,282 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 43 saham turun dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia didominasi pelemahan:
* Indeks Hang Seng naik 79,37 poin (0,36%) ke level 22.143,07.
* Indeks Nikkei 225 merosot 143,36 poin (1,50%) ke level 9.422,96.
* Indeks Strait Times naik tipis 6,09 poin (0,20%) ke level 3.089,22.
* Indeks KOSPI naik tipis 4,37 poin (0,24%) ke level 1.837,38.
Saham-saham yang menguat tinggi dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik 2,34% ke Rp 45.750, Astra International (ASII) naik 1,64% ke Rp 55.750, Indo Tambang (ITMG) naik 1,65% ke Rp 39.900, Bukit Asam (PTBA) naik 3,09% ke Rp 20.000.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain BTPN turun 1,47% ke Rp 10.050, SCTV (SCMA) turun 3,12% ke Rp 3.100, XL Axiata (EXCL) turun 1,88% ke Rp 5.200, Mustika Ratu (MRAT) turun 5,26% ke Rp 540.
Sumber:detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
20.12
0
komentar
Antam Tambah Saham di Weda Bay

Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berniat menambah kepemilikan saham di PT Weda Bay Nickel. Saat ini, perusahaan pelat merah itu menguasai kepemilikan saham 10% akan ditingkatkan sampai 40%.
Menurut Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis, emiten berkode ANTM itu sudah melakukan kesepakatan dengan Eramet SA, perusahaan asal Perancis selaku pemegang saham pengendali.
"Kita sudah sepakat dengan Eramet SA. Kita akan naikan sampai 40%," ujarnya usai pelantikan eselon I di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).
Sayangnya, Alwin enggan membocorkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk menambah kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Meski tidak menyebutkan sumber dananya, ia mengaku saat ini pendanaannya sudah siap.
"Kalau dana itu pasti ada, tidak masalah," ujarnya.
Menurutnya, rencana ini dilakukan dalam rangka menyambut kenaikan harga nikel yang cukup tinggi tahun ini. Rencananya, aksi korporasi ini akan dilakukan bertahap, dimulai tahun depan.
Sumber:www.detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
19.14
0
komentar
Kisah Eddy 'Menyulap' Saham AQUA ala Warren Buffet

Jakarta - Eddy Rustanto mungkin bukan seorang investor kakap bermodal miliaran rupiah. Namanya boleh jadi tidak dikenal publik. Namun tidak mustahil jika dirinya akan
menjadi sosok impian setiap investor saham.
Jika Warren Buffet dikatakan pernah menyulap saham Coca-Cola seharga US$ 1 per saham menjadi US$ 1.000 per saham, mungkin kisah yang 'hampir' sama akan dialami
Eddy.
Pada tahun 1990, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1990, PT Aqua Golden Mississippi
menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dengan
mencatatkan saham sebanyak 6.000.000 saham. Harga pelaksanaan IPO perusahaan
yang menyandang kode AQUA ini sebesar Rp 7.500 per saham dengan nilai nominal Rp
1.000 per saham.
Eddy Rustanto, merupakan salah seorang investor yang berpartisipasi dalam IPO
itu. Tak banyak yang ia beli, jumlahnya tidak sampai 1 lot. Sebagai catatan, untuk masa itu, investor dimungkinkan membeli saham berjumlah di bawah 500 lembar (1 lot) atau yang dikenal dengan istilah Odd Lot (lot ganjil).
"Waktu itu saya beli cuma 100 lembar saham pada harga IPO. Tujuannya ya investasi, iseng-iseng beli, siapa tahu bisa untung di kemudian hari," ujar Eddy kepada detikFinance, Senin (20/9/2010) malam.
Itu berarti, modal yang dikeluarkan Eddy untuk berpartisipasi dalam IPO AQUA
hanya sebesar Rp 750.000. Pada tahun 1994, AQUA membagikan saham bonus dengan
rasio 2:1 atau setiap pemegang 2 saham akan memperoleh 1 saham baru.
Pada tahun 1995, AQUA kembali menggelar aksi pembagian saham bonus dengan rasio
10:3 atau setiap pemegang 10 saham akan memperoleh 3 saham baru. Kemudian pada
tahun 1997, AQUA membagikan dividen saham dengan rasio 8:1 atau setiap pemegang
8 saham akan memperoleh 1 saham baru.
Demikianlah sejak 1997 total saham AQUA dalam modal disetor dan ditempatkan
penuh sebanyak 13.162.473 saham, jumlah yang sama hingga hari ini.
Bersamaan dengan serangkaian aksi itulah, tanpa menambah modal apa pun jumlah
saham Eddy kini berlipat 2,19 kali menjadi 219 lembar saham. "Jumlah saham saya
saat ini segitu, 219 lembar," ujarnya.
Pada akhir 2001, AQUA menggalang rencana go private alias mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup. Untuk keperluan itu, AQUA menawarkan harga tender offer sebesar Rp 35.000 per saham. Sayangnya rencana itu tidak disetujui pemegang saham lantaran harga saham AQUA merambat naik hingga menyentuh level yang sama dengan harga tender.
Pada akhir Agustus 2001, harga AQUA masih di level Rp 15.000-an. Pada Desember
2001, harganya telah menyentuh level Rp 35.000 per saham.
"Waktu itu memang pemegang saham minoritas meminta harga lebih tinggi, karena harga tender sama dengan harga di pasar. Makanya waktu itu rencana go private akhirnya gagal karena tidak dapat restu pemegang saham," tutur Eddy.
Lama berselang, AQUA kembali menggelar rencana go private pada akhir 2005. Ketika itu harga AQUA di pasar reguler berkisar di level Rp 50.000 per saham, sedangkan harga tender yang ditawarkan AQUA sebesar Rp 100.000 per saham.
Pada RUPS 14 November 2005, jumlah investor independen yang hadir hanya 52,74%,
jauh dibawah ketentuan Bapepam-LK minimal sebanyak 75%. RUPS ke 2 digelar pada 2
Desember 2005. Namun yang hadir hanya 39,27% saja. Dan pada RUPS ke 3, batasan
kuorum tetap tidak dapat dipenuhi.
Oleh sebab itu, otomatis rencana go private ini kembali gagal. Pertanyaannya
kemudian, mengapa investor-investor memutuskan tidak hadir?
Menurut Eddy, saat itu memang ada pihak-pihak yang membisikkan pemegang saham minoritas untuk menjegal go private AQUA dengan alasan harga tender yang ditawarkan terlalu murah.
"Saat itu saya termasuk yang setuju dengan rencana go private. Tetapi ada
beberapa investor minoritas yang punya saham cukup banyak, mendesak manajemen
menaikkan harga tender. Padahal saat itu, banyak sekali pemegang saham minoritas
yang setuju dengan harga yang ditawarkan," ungkap Eddy.
Hal senada diungkapkan oleh Yuli, ibu dari Ardhian Indrayana yang diberi surat
kuasa atas kepemilikan 6.163 lembar saham AQUA milik Ardhian.
"Memang sangat disayangkan kalau dari kemarin-kemarin gagal terus karena ada
investor besar yang meminta harga terlalu tinggi. Padahal, kita yang hanya punya
sedikit ingin menjualnya sejak lama. Masak karena yang besar-besar itu, kita yang kecil-kecil jadi rugi?" keluh Yuli.
Meski gagal pada tahun 2005, AQUA belum menyerah. Pada tahun 2010 ini, manajemen
AQUA kembali mencanangkan skema go private. Harga yang ditawarkan pun naik
drastis menjadi Rp 500.000 per saham.
Sebagai catatan, harga saham AQUA di pasar reguler sebesar Rp 244.800 per saham,
sedangkan di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) sebesar Rp 350.000 per
saham.
"Harga tender offer dari PT Tirta Investama sebagai pemegang saham kendali,"
ujar Direktur Utama AQUA, Parmaningsih Adinegoro.
Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham
(94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu per
saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp 371,691
miliar.
Untuk keperluan ini, AQUA akan menggelar RUPS pada 22 September 2010 dalam rangka meminta persetujuan pemegang saham minoritas. RUPS kali ini sedikit berbeda. Manajemen AQUA telah mewanti-wanti kepada pemegang saham kalau penawaran kali ini merupakan kesempatan terakhir pemegang saham untuk menjual sahamnya di harga tinggi.
"Ini sudah merupakan penawaran terbaik. Kalau perseroan tetap jadi perusahaan publik, maka harga saham akan tergantung mekanisme pasar dan pemegang saham,
terutama yang memegang saham odd lot (jumlah saham di bawah 500 lembar saham)
dimana banyak pemegang saham perseroan yang seperti ini, akan kehilangan
kesempatan untuk menjual pada harga seperti yang ditawarkan pada tender offer.
Artinya kesempatan emas akan hilang," jelas Parmaningsih.
Parmaningsih mengakui, ancaman penolakan masih mungkin terjadi pada RUPS kali
ini. Namun ia bersama manajemen AQUA memastikan kalau penawaran kali ini
merupakan penawaran terakhir yang akan diberikan AQUA. Jika gagal, maka tidak
akan ada lagi skema go private.
"Kalau tetap ada penolakan, maka tidak akan ada lagi aksi korporasi. Ini upaya
terakhir dan maksimal yang bisa ditawarkan kepada pemegang saham," tegas
Parmaningsih.
Meski demikian, Parmaningsih optimistis kalau pemegang saham minoritas akan
menyetujui skema go private pada kesempatan kali ini. Sebab, banyak pemegang
saham minoritas yang telah menyampaikan konfirmasi atas kesiapannya mendukung
rencana tersebut.
"selama ini banyak pemegang saham yang sudah menghubungi perseroan menyatakan
keinginan untuk menjual sahamnya," ujar Parmaningsih.
Yuli pun menyatakannya kesiapannya mendukung rencana ini. Ia mengaku tidak
melihat alasan untuk menolak rencana ini.
"Buat apa repot-repot minta harga tinggi kalau ujung-ujungnya malah nggak dapat apa-apa. Manajemen kan sudah bilang kalau ini penawaran terakhir, jadi saya pikir sebaiknya semua pemegang saham minoritas setuju saja lah, supaya sama-sama enak, semuanya untung," ujarnya.
Hal itu pun diakui oleh Eddy. Ia pun mengaku siap mendukung rencana go private
AQUA dalam RUPS 22 September 2010.
"Kalau saya sih melihatnya, harga yang ditawarkan sudah sangat bagus. Kapan lagi
bisa jual pada harga segini. Kalau jual di market sulit, tidak ada posisi.
Lagipula ini kesempatan terakhir kan, kalau tidak jual sekarang, kapan lagi?"
ujar Eddy.
Bagaimana tidak, dengan modal membeli 100 lembar saham sebesar Rp 750.000, Eddy
bakal memperoleh dana sebesar Rp 109,5 juta dari penjualan 219 lembar sahamnya
di harga Rp 500.000 per saham. Itu berarti, selisih keuntungan (gain) yang
diperoleh Eddy dari penantian selama 20 tahun sejak IPO AQUA mencapai 14.500%!!
Sumber:www.detikfinance.com
Label:
Saham
Diposting oleh
pebisnis online
di
19.00
0
komentar